Archive for the ‘kesehatan’ Category

Gejala Autisme Pada Anak

Posted: Mei 17, 2013 in kesehatan
Tag:,

Autisme adalah gangguan perkembangan yang timbul sebelum usia anak 3 tahun. Gangguan tersebut meliputi beberapa hal berikut:

Gangguan interaksi sosial
Penyandang autisme sering tidak bisa melakukan kontak mata atau hanya bisa sekelebat, tidak bisa bersosialisasi dengan baik seakan tidak peduli dengan sekitarnya, dan tidak bisa ‘bermain pura-pura’ (contoh: bermain masak-masakan).

Gangguan komunikasi
– Tidak dapat berkomunikasi 2 arah
– Tidak ada komunikasi nonverbal (gerakan tubuh), seperti mengangguk untuk mengatakan ‘ya’
– Sebagian penyandang autisme tidak bisa berbicara. Kalau pun bisa, biasanya isi pembicaraannya tidak jelas, berulang-ulang, dan tidak memperhatikan lawan bicaranya.
– Sudah berusia 16 bulan tapi belum bisa mengucapkan 1 kata pun.
– Tidak bisa melihat benda yang ditunjuk dari jauh.
– Terjadi penurunan kemampuan perkembangan (dalam bidang apa pun), misalnya, tadinya anak sudah bisa berbicara tapi tiba-tiba terjadi regresi.

Minat khusus atau gerakan berulang
Penyandang autisme biasanya hanya menyukai satu benda dan akan fokus dengan benda itu terus, umumnya benda yang berputar, seperti roda mobil-mobilan. Mereka juga biasanya melakukan suatu gerakan tertentu secara terus menerus dan tanpa ada tujuan, atau disebut juga dengan gerakan stereotipik. Contoh gerakan lainnya yaitu mengepak-ngepakkan tangan atau melompat-lompat.

Sampai sekarang, belum bisa dipastikan apa penyebab autisme. Diduga penyebabnya mengacu pada faktor genetik, karena sebagian penyandang autisme rata-rata bersaudara atau ada link genetik pada keluarga besarnya. Misalnya, ada anggota keluarga yang menderita ADHD atau keterbelakangan mental.

Pemicu lainnya adalah janin terpapar penyakit dari ibu dan kekurangan oksigen di dalam kandungan, sehingga otak tidak berkembang. Proses kelahiran yang lama juga bisa membuat bayi kekurangan oksigen, sedangkan polusi bisa memperburuk kondisi.

Sebaiknya, terapi sudah diberikan sebelum anak berusia 3 tahun, agar hasil lebih optimal. Ragam terapi yang diberikan yaitu terapi wicara, sensori-integrasi, juga okupasi.

“Bila perlu, obat akan diberikan untuk mengendalikan emosi dan perilaku anak, sehingga bisa menjalankan terapi dengan baik, bukan untuk menyembuhkan atau membuat anak tidur”, ujar dr. Ika Widyawati, SpKJ(K).

Dalam memilih tempat terapi, perhatikan kemampuan tenaga terapisnya. Sebaiknya yang memiliki kemampuan sesuai, juga yang menyediakan dokter atau psikiater. Mengenai terapi alternatif yang bisa menyembuhkan autisme, belum ada penelitian yang baku.

dr. Ika Widyawati, SpKJ(K)Autisme tidak terkait dengan imunisasi MMR. Anggapan tersebut muncul bermula dengan waktu pemberian imunisasi MMR (usia 15 bulan) yang bersamaan dengan waktu terjadinya regresi (penurunan kemampuan), yang biasanya muncul saat anak dibawah usia 2 tahun. Jika anak tidak diberi imunisasi, efeknya akan lebih berbahaya bahkan mematikan, karena penyakit tersebut bisa mengganggu kesehatan organ penting lainnya.

Iklan

Kelenjar prostat merupakan organ yang ditemukan pada pria, yang berarti bahwa hanya pria yang dapat mengalami kanker prostat.

Tomat-dan-Kedelai,-Senjata-Ampuh-Cegah-Kanker-Prostat

Kanker terjadi ketika sel-sel normal mulai tumbuh dan berkembang tidak terkendali. Dalam titik tertentu sel-sel tesebut akan berkembang dan membentuk suatu benjolan yang disebut tumor. Pertumbuhannya yang tidak terkendali menjadikan organ-organ lain di sekitarnya rentan terkena imbasnya.

Kanker yang sudah berada dalam tubuh dapat mengambil oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan, sehingga dapat melemahkan daya tahan tubuh.

Di Amerika, kanker prostat merupakan penyebab kematian kedua setelah kanker paru-paru. Diperkirakan lebih dari 29.000 orang meninggal tiap tahun akibat keganasan penyakit ini. Tidak hanya di Amerika, kanker prostat juga berpotensi menyerang pria di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Faktor Penyebab Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan penyakit yang dapat dipicu oleh banyak faktor, seperti faktor genetis, hormon, pola makan, gaya hidup tidak sehat, dan masih banyak lagi. Penelitian mengungkap bahwa pria Amerika-Afrika berisiko 1-2 kali lebih besar terkena kanker prostat ketimbang orang kulit putih.

Sedangkan pria dengan riwayat kanker prostat dalam keluarganya berisiko 2-3 kali lebih besar. Ditambah lagi dengan gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi makanan berlemak tinggi, merokok, ataupun jarang berolahraga yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Waspada Gejala Kanker Prostat

Pada tahap awal, kanker prostat cukup sulit dideteksi. Baru setelah kanker menyebar ke luar prostat, gejala-gejala dan karakterisitik kanker mulai terlihat. Gejala-gejala tersebut tidak sama pada setiap orang, tergantung dari seberapa berat kanker yang diderita. Berikut beberapa gejala kanker prostat yang perlu Anda waspadai.

  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Sulit membuang dan menghentikan aliran urine
  • Nyeri saat buang air kecil / ejakulasi
  • Perasaan tidak lampias saat buang air kecil
  • Ada darah pada urine atau sperma
  • Disfungsi ereksi

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda pernah mengalami gejala-gejala di atas.

Cegah Kanker Prostat dengan Tomat dan Kedelai

Baru-baru ini tim peneliti dari University of Illinois menemukan terobosan baru dalam pencegahan kanker prostat, yakni dengan menggunakan tomat dan kedelai. Sebagai bahan uji coba, peneliti menggunakan tikus dengan gen yang telah direkayasa untuk mengembangkan bentuk agresif dari kanker prostat.

Tikus yang digunakan dalam penelitian ini berumur 4-18 minggu dan dikelompokkan menjadi empat bagian. Kelompok pertama diberi makanan bubuk tomat, kelompok pertama diberi makan kedelai, kelompok ketiga diberi kombinasi bubuk tomat dan kedelai, sedangkan kelompok terakhir tidak diberi tomat ataupun kedelai.

Dari riset ini peneliti menemukan bahwa kelompok tikus yang mengonsumsi kombinasi tomat dan kedelai diketahui hanya 45 persen yang mengembangkan kanker prostat. Sedangkan tikus yang makan tomat sebesar 61 persen dan tikus yang makan kedelai saja sebesar 66 persen.

Ini menunjukkan bahwa baik tomat maupun kedelai memiliki manfaat yang besar dalam menurunkan risiko kanker prostat. Namun hasil yang signifikan akan terlihat jika kedua makanan tersebut dikombinasikan dalam satu hidangan.

John Erdman selaku pimpinan penelitian menyatakan bahwa di negara-negara di mana kedelai dimakan secara teratur, kanker prostat terjadi pada tingkat yang lebih rendah. Itulah sebabnya pria Asia berisiko lebih kecil terkena kanker prostat daripada masyarakat Eropa, seperti dilansir Zeenews.

sumber : http://id.she.yahoo.com/tomat-dan-kedelai-senjata-ampuh-cegah-kanker-prostat-084543784.html